26 December 2017

Masjid Raya Baiturahman Setelah 13 Tahun Tsunami Aceh


Nggak kerasa sudah 13 tahun tsunami Aceh. Masih ingat saat lari menyelamatkan diri ke rumah tetangga, mengungsi ke kampung, dan kembali ke Banda Aceh dengan suasana berbeda. Bangunan banyak hancur. Hanya beberapa yang selamat dan utuh, salah satunya adalah Masjid Raya Baiturahman.

Masjid Raya Baiturrahman mungkin salah satu ikon dari bencana tsunami Aceh. Masjid ini terletak tepat di tengah kota Banda Aceh. Di belakangnya terdapat pasar tradisional yang padat pengunjung. Maka tak heran saat musibah tsunami datang di Minggu pagi, masjid ini menjadi salah satu lokasi penyelamatan. Banyak orang berlarian mencari perlindungan, tak kecuali mereka yang non-muslim.

Kedahsyatan air di masjid ini juga sempat terekam oleh salah satu warga yang kemudian menjadi viral saat dipublish di TV nasional. Dari sanalah masyarakat dunia semakin sadar dan tahu jika gempa tsunami di Aceh begitu kuat.

Saya pertama kali melihat Masjid Raya Baiturrahman dihempas tsunami setelah tiga hari usai bencana. Saat itu, saya di pengungsian di kampung halaman. Listrik mati sehingga sulit mencari informasi. Baru di hari ketiga listrik menyala dan bergegas saya ke rumah tetangga di kampung untuk melihat televisi. Dari sanalah saya baru tahu keadaan Masjid Raya Baiturrahman. Air tenang menghujam pekarangnya yang menyisakan gundukan sampah.

Namun, suansana itu berubah setelah 13 tahun tsunami Aceh. Masjid Raya Baiturrahman berubah drastis. Kini berdiri 12 payung electrik dengan tempat wudhu dan parkiran di bawah tanah. Pekarangannya yang dulu menjadi gundukan sampah saat tsunami, kini telah dilapisi marmer Italia. Masjid pun terlihat semakin megah.



Masjid Raya Baiturrahman setelah 13 tahun tsunami
Menara masjid


Ada banyak fasilitas baru yang ditawarkan di masjid ini. Fasilitas ini mendukung bagi siapa saja masyarakat yang berkunjung, seperti tersedianya jalur khusus bagi masyarakat disabilitas yang menghubungkan tempat wudhu dan plaza masjid. Selain itu, di bagian bawah, tersedia counter jubah yang dapat dipakai oleh pengunjung non-muslim. Parkiran masjid juga mampu menampung 254 mobil dan 347 sepeda motor.

Payung elektrik

koridor tempat wudhu di basement masjid
Renovasi masjid juga diilhami dari kemegahan Masjid Nabawi, makanya nggak heran ada 12 payung elektrik yang mengembang di halaman. Payung-payung ini juga disoroti lampu warna-warni saat malam hari. Di sekeliling masjid juga ditanam sekitar 32 pohon kurma. Jadi kesyahduan Timur Tengah semakin terasa di Masjid Raya Baiturrahman. Nggak heran, setiap harinya ada ribuan pengunjung yang memadati masjid ini.

area shalat 

pintu gerbang utama masjid



7 komentar

December 27, 2017 at 10:01 PM Delete comments

wow megah banget mesjidnya yaa sekarang. mesjid yang bersejarah banget

Reply
avatar
December 27, 2017 at 11:31 PM Delete comments

makin megah mbak.. yuk jalan2 ke sini. hihih

Reply
avatar
December 28, 2017 at 2:34 AM Delete comments

MasyaaAllaahh masjidnyaa, kapan bisa kesana yaa.. serius mirip masjid Nabawii

Reply
avatar
December 28, 2017 at 10:17 AM Delete comments

Whoa... dari dulu masjid Raya Baiturrahman emang udh keren, pasca tsunami dan setelah dilakukan pemugaran, makin keren lagi nih masjidnya. Aceh ini jadi salah satu destinasi wisata impian aku, semoga aku bisa ke sana nantinya... amiin ^^

Reply
avatar
December 28, 2017 at 7:09 PM Delete comments

amiinn.. mudh2n bisa dtg kemari ya mbak..

Reply
avatar
December 29, 2017 at 2:50 AM Delete comments

Payung elektrik itu favoritnya aku banget. Percik-percik Madinah ini mah. Destinasi wajib. Thank you for sharing. :))

Reply
avatar
 
Ferhat Muchtar - Catatan Seru!