24 June 2013

Rumah Simpang 5, Wisata Baru Banda Aceh

  
Rumah putih ini berada di kawasan strategis Banda Aceh. Jaraknya hanya terpaut beberapa meter dari lampu merah simpang lima. Rumah ini terlihat mencolok dari bangunan-bangunan lainnya. Pagar hitam terkesan minimalis. Jendela tinggi melebar berarsitektur Belanda. Dinding rumahnya tebal, membuat kusen jendela menjorok keluar. Tak ada keterangan apapun mengenai rumah ini. Seorang petugas sedang menyapu halaman belakang ketika saya tiba.

Zulfahmi memperbolehkan saya berkeliling rumah yang letaknya bersebelahan dengan restoran cepat saji ini. Ia sehari-hari bertugas membersihkan dan tinggal disana.
“Lagi hari libur nggak ada orang,”

Tak ada aktivitas berarti dari tempat ini. Namun menurut pengakuan Zulfahmi, rumah ini sedang dipersiapkan menjadi pusat kebudayaan baru di Banda Aceh. Di beberapa sudut rumah terlihat masih dalam pembenahan.
Rumah putih ini terbagi dalam beberapa ruangan. 



Ruang utama rumah tampak luas. Meja resepsionis terletak bersebelahan dengan jendela. Di sudut ruang, tambo bedug berdiri sedikit menyilang. Dinding rumah dipenuhi beberapa foto masa lalu Banda Aceh. Kebanyakan saat pendudukan Belanda. Seperti foto Masjid Raya Baiturrahman, kawasan Peunayong, pendopo Gubernur, atau rumah sakit Kesdam Kuta Alam.



Di ruang berbeda, saya juga mengamati beberapa kerajinan khas Aceh. Seperti beulangong, rencong, rapai, ataupun jala menangkap ikan. Benda-benda ini belum tersusun rapi. Di ruang sebelahnya, sebuah pelaminan khas Aceh berdiri dengan warna kuning mencolok.



Saya juga sempat mengintari halaman belakang rumah. Disana terdapat jambo (pondok) khas Aceh yang dijadikan mushalla. Bentuknya sedikit tinggi, terdapat beberapa pijakan anak tangga. Sedangkan di sebelahnya ada krong padi (lumbung padi) yang terbuat dari anyaman bambu.



Zulfahmi tak bisa menjelaskan banyak tentang keberadaan rumah ini. Tapi sekilas rumah di kawasan simpang 5 ini, sedang dipersiapkan menjadi destinasi wisata baru di Banda Aceh. Terlihat di pintu masuk, beberapa brosur wisata terpajang rapi di rak kayu.



Jadi, siap-siap kunjungi rumah ini!

# # #


tulisan ini juga dimuat di www.atjehpost.com

16 komentar

Rin
June 24, 2013 at 6:39 AM Delete comments

Udah lama gak berkunjung ke Banda Aceh.. :')

Reply
avatar
June 24, 2013 at 7:22 AM Delete comments

wah! mantap neh! bisa masuk dalam rencana weekend :D
salam kenal, bang :)

Reply
avatar
June 24, 2013 at 7:35 AM Delete comments

sama-sama Hekal, salam kenal kembali...

Reply
avatar
June 24, 2013 at 2:35 PM Delete comments

Rumah Ibnu Sa'dan kalau tidak salah, mau dijadikan museum mini dan pusat informasi budaya dan art galery oleh Disbudpar Kota Banda Aceh, dulu sempat kesitu saat ada arisan :D

Reply
avatar
June 24, 2013 at 9:50 PM Delete comments

jiiaaahhhh arisan! Ibnu Sa'dan itu sopo??

Reply
avatar
Rambideun Community
June 25, 2013 at 8:38 AM Delete comments

mantap ne...
ane follow ya..
jngan lupa mampir juga ke http://rambideuncommunity.blogspot.com/ ya hehe...

Reply
avatar
June 25, 2013 at 11:37 AM Delete comments This comment has been removed by the author.
avatar
June 25, 2013 at 11:53 AM Delete comments

Hooh, pantesan kemarin itu liat rumah tua ini semacam dibenahi, rupanya mau jadi objek wisata. Bagus juga sih, kemarin itu sempat was-was kirain rumah peninggalan Belanda itu mau dijadiin warung kopi juga. ckckck.

Pengen pergi liat juga lah, thanks for the info, Ferhatt!! ^^

Reply
avatar
June 26, 2013 at 1:18 PM Delete comments

Memangnya apa sejarah rumah itu, bro? peninggalan Belanda? Kok bisa Belanda masuk sejauh itu ya?
mmm.....

Tapi, Ferhat berhasil membuat saya penasaran jg... hehehe :-)

Reply
avatar
June 27, 2013 at 5:38 PM Delete comments

arisan ibu2 dan bapak2 dinas :d
Ibnu Sa'dan itu orang penting, nah bisa tuh digali lagi informasinya sosok dan profil siapa itu pak Ibnu :D

Reply
avatar
June 27, 2013 at 6:31 PM Delete comments

sama-sama...terimkasih telah mampir..

Reply
avatar
June 27, 2013 at 6:33 PM Delete comments

kalo sejarah rumah itu belum dapat. soalnya nggak ada tour guidenya. dengar2 itu rumah disiapkn sebgai salah satu pusat informasi wisata di Banda Aceh, jadi kalo bule2 atau wisatawan mau tau apa2 aja tmpt wisata di Banda Aceh, carinya ke rumah itu. heheh

Reply
avatar
Anonymous
January 9, 2015 at 4:15 AM Delete comments

Mohon maaf ..saya punya kenangan tersendiri dgn rumah itu...sebelum pihak pemerintah kota B.Aceh membeli hak atas rumah itu..dulunya itu rumah kakek kandung saya (Alm.)Tgk.Ibnu Saadan... Apa boleh penulis menambahkan ttg masa lalu rumah tersebut? Karena saya akan sangat berterimakasih sekali... krn jika saya rindu beliau pasti yg saya cari foto rumah ini...

Reply
avatar
Bahauddin Makmursyah
September 7, 2015 at 9:40 PM Delete comments

Subhanallaah! Ini adalah rumah keluarga kakek Ibnu Sa'adan yang kami sayangi. Beliau dulu pernah menjabat sebagai Bupati di Aceh Barat, Utara, Timur, Labuhan Batu - Sumut dll. Beliau juga salah satu donatur pesawat RI Seulawah pertama. Bangga mendapati info rumah kakek dijadikan ruang publik yang berguna.

Reply
avatar
 
Ferhat Muchtar - Catatan Seru!